Sabtu, 24 Agustus 2013

Warna Pelangi

Di suatu masa warna-warna
dunia mulai bertengkar .Semua
menganggap dirinyalah yang
terbaik yang paling penting,
yang paling bermanfaat, yang
paling disukai :
HIJAU berkata:
"Jelas akulah yang terpenting.
Aku adalah pertanda
kehidupan dan harapan. Aku
dipilih untuk mewarnai
rerumputan, pepohonan dan
dedaunan. Tanpa aku, semua
hewan akan mati. Lihatlah ke
pedesaan, aku adalah warna
mayoritas..."
BIRU menginterupsi:
"Kamu hanya berpikir tentang
bumi, pertimbangkanlah langit
dan samudra luas. Airlah yang
menjadi dasar kehidupan dan
awan mengambil kekuatan dari
kedalaman lautan. Langit
memberikan ruang dan
kedamaian dan ketenangan.
Tanpa kedamaian, kamu semua
tidak akan menjadi apa-apa"
KUNING cekikikan:
"Kalian semua serius amat sih?
Aku membawa tawa,
kesenangan dan kehangatan
bagi dunia. Matahari berwarna
kuning, dan bintang-bintang
berwarna kuning. Setiap kali
kau melihat bunga matahari,
seluruh dunia mulai tersenyum.
Tanpa aku, dunia tidak ada
kesenangan."
ORANYE menyusul dengan
meniupkan trompetnya:
"Aku adalah warna kesehatan
dan kekuatan. Aku jarang,
tetapi aku berharga karena aku
mengisi kebutuhan kehidupan
manusia. Aku membawa
vitamin-vitamin terpenting.
Pikirkanlah wortel, labu, jeruk,
mangga dan pepaya. Aku tidak
ada dimana-mana setiap saat,
tetapi aku mengisi lazuardi saat
fajar atau saat matahari
terbenam. Keindahanku begitu
menakjubkan hingga tak
seorangpun dari kalian akan
terbetik di pikiran orang."
MERAH tidak bisa diam lebih
lama dan berteriak:
"Aku adalah Pemimpin kalian.
Aku adalah darah - darah
kehidupan! Aku adalah warna
bahaya dan keberanian. Aku
berani untuk bertempur demi
suatu kausa. Aku membawa api
ke dalam darah. Tanpa aku,
bumi akan kosong laksana
bulan. Aku adalah warna hasrat
dan cinta, mawar merah,
poinsentia dan bunga poppy."
UNGU bangkit dan berdiri
setinggi-tingginya ia mampu:
Ia memang tinggi dan berbicara
dengan keangkuhan. "Aku
adalah warna kerajaan dan
kekuasaan. Raja, Pemimpin dan
para Uskup memilih aku
sebagai pertanda otoritas dan
kebijaksanaan. Tidak
seorangpun menentangku.
Mereka mendengarkan dan
menuruti kehendakku."
Akhirnya NILA berbicara, lebih
pelan dari yang lainnya, namun
dengan kekuatan niat yang
sama:
"Pikirkanlah tentang aku. Aku
warna diam. Kalian jarang
memperhatikan adaku, namun
tanpaku kalian semua menjadi
dangkal. Aku
merepresentasikan pemikiran
dan refleksi, matahari terbenam
dan kedalaman laut. Kalian
membutuhkan aku untuk
keseimbangan dan kontras,
untuk doa dan ketentraman
batin."
Jadi, semua warna terus
menyombongkan diri, masing-
masing yakin akan superioritas
dirinya. Perdebatan mereka
menjadi semakin keras. Tiba-
tiba, sinar halilitar melintas
membutakan. Guruh
menggelegar. Hujan mulai
turun tanpa ampun. Warna-
warna bersedeku bersama
ketakutan, berdekatan satu
sama lain mencari ketenangan.
Di tengah suara gemuruh,
hujan berbicara:
"WARNA-WARNA TOLOL,
kalian bertengkar satu sama
lain, masing-masing ingin
mendominasi yang lain.
Tidakkah kalian tahu bahwa
kalian masing-masing diciptakan
untuk tujuan khusus, unik dan
berbeda? Berpegangan
tanganlah dan mendekatlah
kepadaku!" Menuruti perintah,
warna-warna berpegangan
tangan mendekati hujan, yang
kemudian berkata:
"Mulai sekarang, setiap kali
hujan mengguyur, masing-
masing dari kalian akan
membusurkan diri sepanjang
langit bagai busur warna
sebagai pengingat bahwa kalian
semua dapat hidup bersama
dalam kedamaian.
Pelangi adalah pertanda
Harapan hari esok."
Jadi, setiap kali HUJAN deras
menotok membasahi dunia,
dan saat Pelangi memunculkan
diri di angkasa marilah kita
MENGINGAT untuk selalu
MENGHARGAI satu sama lain.
MASING-MASING KITA
MEMPUNYAI SESUATU YANG
UNIK KITA SEMUA DIBERIKAN
KELEBIHAN UNTUK MEMBUAT
PERUBAHAN DI DUNIA DAN
SAAT KITA MENYADARI
PEMBERIAN ITU, LEWAT
KEKUATAN VISI KITA, KITA
MEMPEROLEH KEMAMPUAN
UNTUK MEMBENTUK MASA
DEPAN ....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar